Titik.

Di dalam kamar, dengan netbook merah yang akhirnya bisa dicharge🙂

 

Saya sampai di sebuah titik.

Sebuah titik, dimana saya belajar menerima segala kekurangan saya, dan dia.

Sebuah titik, dimana saya belajar menghargai sekecil apapun kelebihan yang kami miliki.

Sebuah titik, untuk pelan-pelan melepas segala syarat dan ketentuan yang saya miliki dalam sebuah hubungan, yang selama ini ribet seperti persyaratan pembuatan KTP.

Sebuah titik, untuk tidak terlalu berharap banyak.

Seperti halnya kurva supply & demand, maka saya sedang berada di titik equilibrium. Dimana supply yang bisa saya provide, seimbang dengan demand yang saya miliki. Atau lebih jelasnya, saya berada di titik persimpangan.

Apakah nanti jalannya akan mengikuti kurva yang naik atau turun, I don’t f**king care. Karena yang Saya tahu, hanya Tuhan yang tahu. Saya hanya ingin menikmati segala proses ini.

Yang selanjutnya Saya tahu, adalah : people change. Maka sekali lagi, saya sepertinya tidak peduli. Baik maupun buruk, pastinya suatu hari nanti Tuhan telah memberikan saya sebuah pelajaran. Titik.🙂

Saya tidak pernah mencari Anda, maka terima kasih telah berusaha mengenal Saya.

17 Januari 2011, 19.46 WIB

Bliss

 

 

About sekarungcerita

5 orang dengan latar belakang yang berbeda tapi ternyata mempunyai kesamaan yang lumayan banyak
This entry was posted in Galau. Bookmark the permalink.

One Response to Titik.

  1. admin says:

    Ehem…. kayaknya gue ngerti nie arti tulisan ini…. selamat ya Bliss🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s