Prosa

Prosa itu diawali dengan foto leher dan rambut-rambut halusnya

“Hmmm lehernya…” kata dia

Lalu yang lain meneruskan:
“Dan diantara alur-alur nadi lehermu, rambut-rambut halus itu menyapaku. Mereka bercerita tentang tiap tiap sedih yang aku dengar..mereka bercerita tentang Dia yang jauh. Dia yang jemarinya kau ingin menyentuh tiap helai rambutmu.”

Lalu satu lagi menyambungnya:
“Dan disetiap ujung helai rambut itu terukir jejak-jejak hembusan nafasnya yang begitu intim, menyentuh jenjang leher dan membisikkan ribuan bahasa rindu..”

Lalu dia meneruskan lagi:
“Rambut-rambut halusmu bercerita, mereka merindukan sentuhannya.. namun mereka tak dapat berkata-kata. Hanya melambai, menyampaikan kerinduan yang terbawa angin sepoi. Menceritakan kesedihan yang tersapu bulir-bulir air matamu…”

Dia, yang lain lagi, terpana dengan luapan kata-kata romantis itu. Merasakan jalinan yang mendalam dengan teman-temannya, lalu berkata:
“ Prosa itu rangkaian kata yang muncul dari kisah kehidupan, menjalin membentuk cerita persabahatan”

Diamini oleh yang lain dan berkata:
“ Iya, cerita persahabatan yang kekal abadi, tidak akan luntur karena hal-hal sepele”

Everlasting love.

– Ditulis bersama-sama oleh sekarung cerita, 13 November 2011 –

About sekarungcerita

5 orang dengan latar belakang yang berbeda tapi ternyata mempunyai kesamaan yang lumayan banyak
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s