Belajar sama-sama tentang derivatif (part 1)

Hai hai…

Apa kabar para bloggers diluar sana? hehe.. i hope you are find. As i promised last night sekarang saya mau coba share sedikit apa yang saya baca tentang derivatif semalem. Sebelum membahas apa itu derivatif mungkin perlu lebih dulu dikenali jenis-jenis pasar keuangan yang ada, oke di buku yang saya
baca semalam ada beberapa jenis pasar :
1.Pasar Uang
tempat atau mekanisme melalui mana para pelaku ekonomi yaitu kalangan usahawan atau kelompok produses, kelompok konsumen, pemerintah, dan pelaku-pelaku ekspor dan impor yang defisit atau kekurangan dan disisi lain ada pihak yang surplus yang memiliki uang menganggur.
2.Pasar Obligasi
Tempat dimana para pelaku ekonomi memenuhi kebutuhannya akan modal jangka panjang, dimana para pelaku ekonomi yang defisit menjual obligasi dan pelaku yang surplus memiliki uang menggangur dalam jangka panjang
3.Pasar Saham
Tempat dimana perusahaan atau emiten dapat memperoleh dana jangka panjang tanpa jatuh tempo dan tanpa fixed charge
4.Pasar Hipotek
Tempat atau mekanisme dimana perusahaan dapat menjual obligasi yang dijamin dengan hipotek tanah dan bangunan. Hampir sama siy kaya pasar Obligasi tapi bedanya obligasi di pasar hipotek adalah obligasi yang dijamin dengan tanah dan bangunan.
Nah ke empat pasar keuangan diatas di buku yang saya baca disebut sebagai pasar keuangan traditional.

Nah selain itu ternyata ada juga pasar keuangan Derivatif, nah apa siy pasar keuangan derivatif itu??
Pasar keuangan derivatif adalah pasar keuangan yang mempertemukan pihak hedger yang melindungi nilai aktivanya dari resiko kerugian karena perubahan harga dengan para spekulator yang bersedia menanggung resiko perubahan harga, ya tentu dengan berbagai fee yang didapat oleh spekulator. Nah feenya siy biasanya dalam bentuk premi atau keuntungan-keuntungan lainnya.

Lalu kenapa ya orang kok pada mau bertransaksi di kegiatan pasar derivatif?
Dari sumber yang saya baca ini dijelaskan bahwa meningkatnya volatiliti pasar internasional mendorong para pelaku menggunakan instrumen derivatif didalam pengendalian resiko keuangan. Resiko yang dihadapi tidak hanya sebatas pada resiko kurs tetapi meliputi resiko pergerakan harga komoditi, tingkat suku bunga, harga saham serta resiko saling hubungan antar resiko tersebut.
Contohnya kaya gini kali ya : ” A derivatif which rises in value when cattle prices increase can protect McDonald’s hamburger profits, just as one which rises in value when cattle prices go down affords protection to a cattle rancher”

Oke daritadi saya sudah cukup banyak menggunakan kata derivatif, lalu apa siy derivatif itu sendiri??🙂
Pengertian derivatif dari buku yang saya baca adalah instrumen keuangan yang merupakan turunan dari aktiva induknya seperti aktiva saham,obligasi komoditi, berbagai macam indeks seperti IHSG,LQ45,S&P500,Nikkei,Hangseng dll. Nah dibuku yang saya baca, derivatif dikelompokan atas 4. Berikut ke 4 jenis instrumen derivatif tersebut :
1. Futures Contracts
Perjanjian atau kesepakatan untuk membeli atau menjual aktiva tertentu pada saat tertentu dengan/pada harga tertentu dan dalam kurun waktu tertentu dimasa yang akan datang. Contoh tempat untuk perdagangannya bisa ditemukan disini : http://www.cbot.com (Chicago Board of Trade), http://www.cme.com (the Chicago Mercantile Exchange), http://www.simex.com.sg (SIngapore International Monetary Exchange) dsb.

2.Forward Contracts
Hampir sama dengan Futures siy yaitu kesepakatan dua pihak untuk membeli dan menjual aktiva yang dilakukan di tanggal tertentu di masa yang akan datang dan pada harga tertentu yang telah disepakati padah saat kontrak ditandatangani. Bedanya hanya kalo Futures diperdagangkan di bursa terorganisir sedangkan forward diperdagangkan di luar bursa atau yang lebih dikenal sebagai over the counter market

3.Options Contracts
Didalam Opsi dibedain atas 2 hal yaitu calls (hak beli) dan puts (hak jual). Pembeli hak beli (call) berhak membeli aktiva tertentu (aktiva induk) pada harga tertentu dan padan tanggal tertentu di masa yang akan datang. Sedang pembeli put dia memiliki hak untuk menjual aktiva tertentu pada harga tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Nah di option ini dikenal istilah strike/exercise price yaitu harga yang ada didalam kontrak, dan ada juga istilah expiration date/maturity date yaitu tanggal yang ada pada kontrak. Nah ada 2 jenis gaya opsi yang dikenal yaitu Europian Style and American style, bedanya adalah Europian Style hanya dapat diexercise pada tanggal jatuh tempo sedangkan American style bisa di exercise kapan saja sepanjang belum jatuh tempo.

4.Swaps Contracts
Swaps adalah kespekatan antara dua belah pihak untuk saling mempertukarkan cash flow di masa tertentu (selama kurun waktu tertentu) dimasa yang akan datang. Dalam kesepakatan ditentukan secara spesikfik tanggal pembayaran tunai dan cara menghitung jumlah tunai yang akan dipertukarkan (dengan memperhitungkan tingkat suku bunga, kurs mata uang, dan variable lainnya)

Oke teman-teman mungkin untuk tahap pertama pengenalan derivatif segini aja dlu ya besok saya lanjutin lagi pembahasan derivatif lainnya berhubung saya tinggal sendirian niy diruangan.haha.. Bukan takut siy tapi males aja. haha..Pulang dulu ya teman.. Oh ya sabtu ini kita mau ujian Business Law, doakan kami ya supaya bisa dapet grade terbaik..🙂 Oke.. Adios..

Palsel, 13 Juny 2011
Salam,

-kay-
-sumber dari Buku Seluk Beluk Perdagangan Instrumen Derivatif penerbit Elex-

About sekarungcerita

5 orang dengan latar belakang yang berbeda tapi ternyata mempunyai kesamaan yang lumayan banyak
This entry was posted in Finance. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s