Friday Musing apaan sih itu?

Sore ini saya kembali teringat blog lama saya yang sudah lama tidak saya urus lagi. Di sana saya kembali membaca-baca tulisan lama saya.

Dulu… mmhh tidak.. tidak… bukan dulu, tapi beberapa tahun yang lalu saya cukup rajin menulis isi hati dan isi kepala saya dalam bentuk email, yang saya kirimkan ke teman-teman dekat saya. Emailnya selalu saya berikan subject “Friday Musing”. Sebuah judul yang saya jiplak dari seorang teman yang juga punya kebiasaan yang sama dengan saya, mengirimkan tulisan-tulisan berbentuk email setiap hari Jumat.

Isi email Friday Musing itu gak pernah serius, hal-hal yang enteng yang sekiranya kalo di baca di hari Jumat gak akan merusak week end-nya (mulai lebay-nya deh). Hingga suatu saat seorang teman memberikan saran agar tulisan-tulisan saya itu diarsip di website agar bisa dibaca kapan pun dan dimana pun – ujarnya.

Dan sepertinya saya baru membuktikan ucapan teman saya itu, sore ini saya membaca tulisan-tulisan saya itu kembali, dan setengah tidak percaya, bahwa saya pernah menulis hal-hal yang ajaib seperti itu🙂 (promo euy…..).

Nah, mulai sekarang, saya akan mencoba tuk kembali mengulang kebiasaan itu lagi. Lumayan, ternyata membaca tulisan kita sendiri di kemudian hari itu terasa begitu menghibur. Seperti membuka kembali lembaran-lembaran album foto, yang isinya capture-an dari isi hati dan kepala kita pada saat itu.

Kali ini saya mau cerita mengenai bingungnya kami memilih nama untuk calon putera pertama (anak kedua) kami. Kalau dihitung-hitung sudah ada 5 nama yang masuk dalam list, 5 nama itu terdiri dari masing-masing 3 kata, atau artinya kami sudah memiliki 15 variasi dari nama-nama tersebut (Yan, loe lupa ya kalo ngomongin varian itu bukan dikali, tapi dipangkat — gini nie kalo nilai SBD-nya B ngepas ;p)

Ketik-ketik masalah nama, ketika anak pertama kami lahir, kami masih memegang 2 shortlist nama, salah satunya adalah “Helenna Adrienne Aryanetta”. Setelah Helenna lahir, maka segala surat-surat, dari mulai keterangan lahir hingga Akta Lahir segera kami urus dengan nama tersebut. Hingga pada hari pertama saya masuk dari cuti 2 hari yang diberikan kantor saya baru menyadari — setelah meng-google arti dari kedua kata depan anak saya tersebut (kata ketiga apaan Yan? — sabar ya….).

Helenna memiliki arti cahaya atau bright… doa kami baginya agar dia kelak menjadi anak yang memberikan cahaya bagi semua orang.

Adrienne memiliki arti kaya. Jadi selain memberikan cahaya, dia juga kaya. Susah dong kalo mau memberikan cahaya, tapi dia sendiri susah menghidupi dirinya sendiri.

Nah, kata Adrienne ini yang jadi titik pangkal masalah. Ternyata, di bahasa Perancis, Adrienne ini artinya kegelapan. Kontradiksi sama kata Helenna.

Akhirnya, dengan sedikit panik saya segera meminta semua proses pembuatan surat-surat direvisi dengan mengganti kata Adrienne tersebut menjadi Audrey yang artinya nobel and kind, sama kerennya kan?🙂

Sedangkan kata ketiga-nya yakni Aryanetta akan saya simpan sebagai rahasia saya sendiri (Sok misterius boooo).

Lesson learn dari semua ini :

1. Kalau orang sibuk cari nama, ikut lah sibuk meng-google artinya, jangan terima beres

2. Sebelum surat-surat diurus, make sure namanya sudah final

3. Berilah nama anak selayaknya doa baginya.

-Bintaro 24 Mei 2011 – Bierkof –

About sekarungcerita

5 orang dengan latar belakang yang berbeda tapi ternyata mempunyai kesamaan yang lumayan banyak
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s