Investasi Reksadana (lanjutan)

Melanjutkan tulisan tempo hari

Investasi Reksa Dana

Ditengah iklim industri pasar modal yang membaik setelah diguncang krisis ekonomi tahun 2008, industri Reksa Dana ikut terkerek naik. Sepanjang tahun 2010, berdasarkan data yang ada, rata-rata Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana bertumbuh sebesar 46%.

Reksa Dana sendiri adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Tata laksana Reksa Dana sendiri diatur di dalam Pasal 19 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Dana yang terhimpun dari masyarakat yang dikelola oleh Manajer Investasi akan diinvestasikan ke dalam portfolio efek, sehingga instrumen Reksa Dana merupakan instrumen investasi yang dapat dijadikan ajang belajar berinvestasi di pasar modal. Karena Investor dapat melihat kinerja Reksa Dana dikaitkan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia.

Jenis Reksadana

Reksa Dana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Konvensional dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis, yakni:

1.       Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang yakni Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.

2.       Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 90% (delapan puluh perseratus) dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat utang.

3.       Reksa Dana Saham

Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari aktivanya dalam efek Bersifat Ekuitas.

4.       Reksa Dana Campuran

Reksa Dana Campuran adalah Reksa Dana yang melakukan investasi dalam Efek Bersifat Ekuitas dan Efek Bersifat Utang yang perbandingannya tidak termasuk dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham.

Reksa Dana Pasar Uang cocok bagi tipe investor yang ingin memiliki kepastian tingkat pengembalian dalam jangka pendek. Umumnya, karena investasi Reksa Dana Pasar Uang akan menempatkan portfolio ke dalam instrumen pasar uang jangka pendek seperti obligasi korporasi dan obligasi pemerintah yang akan jatuh tempo dalam waktu di bawah 1 tahun dan juga SBI.

Reksadana Pendapatan tetap cocok bagi investor yang memiliki espektasi investasi yang lebih panjang dari Reksadana Pasar Uang namun tetap memiliki kepastian tingkat pengembalian yang tetap. Reksadana berpendapatan tetap akan menempatkan portfolio investasinya di Obligasi baik korporasi maupun surat utang negara.

Reksadana Saham cocok bagi para investor yang memiliki karakteristik lebih moderat dan memiliki toleransi terhadap volatilitas naik turunnya Nilai Aktiva Bersih Reksa Dananya. Hal ini disebabkan oleh penempatan portofolio reksa dananya sebagian besar dalam bentuk saham.

Sedangkan bagi investor yang cenderung konservatif, reksa dana campuran bisa menjadi alternatif pilihan investasi. Reksa dana campuran akan menempatkan portofolionya ke dalam saham dan surat utang dengan perbandingan yang dapat menjaga nilai aktiva bersih dari reksa dana tersebut tetap positif, walaupun nilai returnya bisa lebih rendah dari reksa dana saham.

Memilih Reksa Dana yang baik

Pada beberapa kasus, calon investor merasa terjebak dengan pilihan investasinya di reksa dana. Hal ini terjadi karena investor tidak memiliki informasi yang cukup untuk menilai suatu reksa dana.

Yang perlu diperhatikan oleh para calon investor reksa dana antara lain:

  1. Prospektus reksa dana, yang berisi semua hal yang berkaitan dengan reksa dana tersebut, untuk dapat melihat segala aspek yang terkait dengan reksa dana itu,
  2. Kinerja reksa dana, apabila reksa dana tersebut dibeli bukan pada saat penawaran pertama, untuk melihat seberapa besar return yang sudah dicapai selama ini
  3. Kinerja Manajer Investasi yang mengelola reksa dana,  untuk melihat bagaimana Manajer Investasi itu dibandingkan manajer-manajer investasi lainnya,
  4. Total Aset Under Management (AUM) dari Manajer Investasi, untuk melihat seberapa besar kapitalisasi aset yang dikelola,
  5. Dimana membelinya dan bagaimana prosedur pencairannya.

Selain hal-hal yang perlu diperhatikan di atas, hak setiap investor paling kurang mendapatkan hal-hal sebagai berikut:

  1. mendapat bukti kepemilikan;
  2. memperoleh laporan keuangan secara periodik;
  3. memperoleh informasi mengenai Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana harian;
  4. menjual kembali dan mengalihkan sebagian atau seluruh Unit Penyertaan;
  5. memperoleh pembagian keuntungan (jika ada);
  6. memperoleh Laporan Reksa Dana; dan
  7. memperoleh bagian atas hasil likuidasi.

Keuntungan Reksa Dana

Mulai tanggal 1 Januari 2011, penghasilan yang diperoleh oleh reksa dana telah terhutang pajak penghasilan sebesar 5%. Namun, angka pajak penghasilan ini masih lebih kecil dibandingkan dengan pengenaan pajak atas bunga deposito (20%) dan pajak atas kupon obligasi (15).

Dengan memiliki investasi dalam bentuk reksadana, investor juga dapat belajar bagaimana Manajer Investasi mengelola portfolio efeknya.

Dalam jangka panjang, investasi reksa dana saham cenderung memberikan hasil yang terus meningkat seiring dengan peningkatan portfolio saham dari reksa dana itu sendiri.

-bierkof-

About sekarungcerita

5 orang dengan latar belakang yang berbeda tapi ternyata mempunyai kesamaan yang lumayan banyak
This entry was posted in Finance. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s