SC goes to Bandung

Setelah sempat tertunda sekian lama, akhirnya minggu kemarin SC bisa merealisasikan rencana tuk pergi ke Bandung.

Matahari masih belum menyengat ketika kami berkumpul di starting point @ citos hari Sabtu pagi. Perjalanan dimulai tepat pukul 7 pagi dengan menggunakan 2 mobil. 1 mobil berisi para SC yang single, dan 1 mobil berisi Bierkof dan keluarganya.

Kondisi lalu lintas tidak terlalu padat, dan kami bisa maksimal memacu kendaraan kami membelah tol cikampek. Di km 19 kami berhenti karena istri bierkof yang sedang hamil besar kebelet pipis🙂. Selepas km 19 kami kembali memacu mobil kami dengan kecepatan sedang. Rest Area km 57 yang semula kami rencanakan untuk berhenti kami lewati karena kami tidak mau kehilangan waktu.

Memasuki percabangan di purbaleunyi, mobil bierkof sudah melambat dan berada di sisi kiri jalan. Dan mobil para single justru semakin cepat di sebelah kanan menuju cirebon🙂. Menyadari hal itu, bierkof segera menelepon Tissa yang masih belum ngeh kalau mereka tersasar. “Kok km 72 gak ada rest area?” demikian ucapannya.

Setelah mereka tersadar salah jalan, akhirnya kami sepakat untuk kembali ke tol purbaleunyi dengan km 72 sebagai meet point. Di sini kami berhenti agak lama, sambil meneruskan sarapan yang sempat tertunda.

Selepas km 72 kedua kendaraan saling susul menyusul, karena jalan tol purbaleunyi berhasil memancing adrenalin kami untuk memacu kendaraan kami cukup kencang. Walaupun mobil berlari rata-rata di atas 100 km/jam kami tetap berusaha agar kedua kendaraan kami tidak terpisah (lagi).

Memasuki gerbang tol pasteur, jalanan menjadi agak padat. Point pertama yang akan kami singgahi adalah batagor kingsley. Sesampainya di Kingsley, kami memesan batagor goreng, mie kocok dan es duren. Sebuah kombinasi sarapan yang agak aneh menurut saya🙂

Setelah kenyang, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kartika Sari, untuk sekedar membeli oleh-oleh. Kartika Sari penuh dengan orang yang berbelanja kue dan oleh-oleh. Setelah puas berbelanja rombongan berpisah, rombongan single menuju Rumah Mode dan rombongan bierkof menuju toko Yen.

Berpisahnya rombongan ini sempat membuat koordinasi makan siang menjadi agak molor, kondisi kemacetan Bandung dan antusiasme para single berbelanja telah membuat time skedul sedikit berantakan. Setelah berkoordinasi, akhirnya kedua rombongan memutuskan untuk late lunch di Nasi Bancakan. Hujan mengguyur kota Bandung membuat  napsu makan kami bertambah setelah lapar cukup mendera kami dari siang.

Dengan perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Herritage yang berlokasi tidak jauh dari Nasi Bancakan. Jam telah menunjukkan pukul 6:30 ketika kami meninggalkan Herritage. Rencananya kami akan segera meluncur ke Sate Maranggi di Cikampek dan kemudian pulang. Namun, hasrat para single untuk menghabiskan waktu di Bandung masih cukup besar. Dan akhirnya kami memutuskan untuk berpisah, rombongan single melanjutkan perjalanan ke Setiabudi dan rombongan Bierkof kembali ke Jakarta.

Perjalanan wisata yang cukup menyenangkan sebelum kami kembali ke kampus minggu depan.

-bierkof-

About sekarungcerita

5 orang dengan latar belakang yang berbeda tapi ternyata mempunyai kesamaan yang lumayan banyak
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s