no matter how small it is, it means a lot

Hai hai..

Apa kabar teman-teman semua setelah liburan panjang minggu ini?? Pasti mempunyai cerita-cerita yang menarik ya. Ya, saya juga punya sedikit oleh-oleh cerita tentang pengalaman liburan saya kemarin. Actually, sebenarnya bukan tentang liburannya yang hendak saya ceritakan tapi pelajaran yang didapat sewaktu saya pulang kembali ke Jakarta.

Singkat cerita saya pulang kembali ke Jakarta menggunakan transportasi kereta api. Transportasi rutin yang selalu saya gunakan. Ketika menunggu kereta api berangkat di stasiun dari kejauhan saya melihat ada sorot lampu kecil yang menyusuri rel dengan tangan kanan membawa kunci inggris besar dan tas ransel yang terlihat cukup berat dipundak yang semakin lama semakin mendekat. Saya bertanya kepada ayah saya apa yang sedang dilakukan oleh orang tersebut. Lalu ayah saya bercerita bahwa orang tersebut adalah pegawai KAI yang bertugas untuk mengecek baut-baut yang terpasang di sepanjang rel kereta api. Lalu saya bertanya lagi, dengan cara apa dia mengecek baut-baut tersebut?? Lalu ayah saya menjelaskan bahwa pekerjaan orang tersebut adalah berjalan dari satu stasiun ke stasiun selanjutnya menyusuri sepanjang rel berjalan kaki sambil membawa sebuah tas berisi peralatan-peralatan yang digunakan untuk mengencangkan apabila disepanjang rel ditemui baut-baut yang kendor atau pemecahan rel yang kendor juga. Yak ayah saya tahu benar pekerjaan ini karena kebetulan kakek saya dulu menjalani pekerjaan yang sama. Lalu saya bertanya kembali, dengan berjalan kaki dia melakukannya?? Ya, ayah saya malah balik bertanya lalu menggunakan apa lagi? huftt…

Dengan sok tahunya saya berkata masa ga bisa siy digunakan teknologi semacam penanda panas atau sinyal yang ditempatkan di setiap titik-titik penyambungan yang bisa mendeteksi ketika mur-mur atau baut kaitan-kaitan rel tersebut kendor. haha.. saya cukup sok bertekhnologi mengutarakannya. Lalu dengan santai ayah saya menjawab Apa kamu ga ingat semua transportasi kereta api kita kan peninggalan penjajah dan tidak ada perkembangan yang berarti semenjak jaman penjajah Belanda palingan hanya gerbong-gerbong berpendingin udara, teknologi persinyalan dan bantalan rel yang dirubah dari kayu menjadi beton. Dalam hati saya tertawa haha bener juga..

Lalu saya bertanya kembali ke ayah saya seolah tak percaya bahwa petugas tadi benar-benar berjalan kaki untuk menyusuri rel tadi, berapa jauh siy dia harus berjalan pa, ayah saya lalu menerangkan sebenarnya tidak terlalu jauh siy ya mungkin kisaran 5-10 km dimana jarak rata-rata antara 1 stasiun dengan stasiun lainnya. What 5-10 km?? Saya langsung menghela nafas panjang. Lalu ayah saya berucap ya sudah kalau kamu ga percaya nanti jangan langsung tidur ya nanti kamu juga pasti ketemu ada orang yang berjalan dengan senter kecil di lajur rel sebelah kamu. Benar saja ketika melintasi jalur dari purwokerto hingga bumiayu kira-kira pukul 21.00 saya menemui di lajur rel sebelah saya ada orang dengan membawa tas ransel,kunci inggris ditangan kanan dan senter berjalan menyusuri rel. huftt. ternyata memang benar adanya orang dengan pekerjaan tersebut. Dalam hati saya langsung berucap mulia sekali pekerjaanmu pak meskipun dengan resiko yang besar seperti kemungkinan diserang binatang, cuaca yang tidak baik hingga kejahatan yang sangat mungkin mendera dia. Salute..

Pelajaran apa yang saya dapat dari hal ini semalam adalah sekecil apapun pekerjaan yang kamu punyai, sekecil apapun penghasilan yang kamu peroleh dari pekerjaan kamu bila kamu lakukan dengan sungguh-sungguh pasti mempunyai makna yang sangat berarti bagi dirimu sendiri,keluargamu dan mungkin untuk orang banyak, bisa dibayangkan bila petugas KAI ini absen saja semalam tidak beroperasi dan ternyata ada mur yang kendor apa yang terjadi bagi kereta yang lewat. Tentu sudah dapat dibayangkan. Mengerikan..

Jadi sekali lagi yang ingin saya bagikan adalah tetap semangat dengan pekerjaan apapun yang kamu miliki saat ini. Tetap tersenyum menjalaninya dan tidak lupa untuk tetap bersyukur..

Keep Posting

-kay-

About sekarungcerita

5 orang dengan latar belakang yang berbeda tapi ternyata mempunyai kesamaan yang lumayan banyak
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s