Mengalahkan inflasi (?)

Sabtu kemarin kami berkesempatan untuk dapat menghadiri event the 1st Independent Financial Planning Expo yang diadakan oleh Independent Financial Planner Club, yang bertempat di Plaza Bapindo. Beberapa presentasi cukup menarik disajikan oleh para pembicara, seperti Aidil Akbar, Ligwina Hananto, Adrian Maulana dan pembicara-pembicara lainnya.

Tulisan ini saya buat tidak hanya untuk menceritakan bagaimana acara tersebut berlangsung, tapi juga untuk dapat mencoba menuliskan apa yang menjadi pertanyaan dari banyak peserta, yakni investasi apa yang dapat ‘mengalahkan’ inflasi. Apa sie inflasi itu? Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Berdasarkan data statistik 15 tahun terakhir, didapatkan informasi bahwa rata-rata inflasi per tahun adalah 10%. Artinya apabila di awal tahun uang Rp 1.000 bisa untuk membeli sebuah kerupuk, maka di akhir tahun kerupuk tersebut sudah berharga Rp 1.100. Nah, kalau kita ingin tetap dapat membeli kerupuk di akhir tahun, maka uang kita harus dapat bertumbuh minimal sama dengan inflasi (10%).

Lantas pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang bisa dilakukan orang supaya uangnya dapat bertumbuh? Jawabannya adalah diinvestasikan, bukan di taruh di bawah bantal. Pertanyaan berikutnya, jenis investasi apa? Tabungan? Deposito? Jelas tidak, karena saat ini tingkat bunga yang berlaku di perbankan berada di kisaran 5%-8% dan masih dipotong pajak final 20% atau hanya efektif sebesar 4%-6%.

Sebagai alternatif, beberapa produk investasi dapat menjadi pilihan. Salah satunya yakni Reksadana. Apa sie reksadana itu? Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Atau dengan kata lain, sekumpulan orang yang ingin menanamkan modalnya lalu bergabung dan memercayakan dana mereka kepada sebuah Manajer Investasi yang akan mengelolan investasi mereka.

Berdasarkan data yang dilansir oleh bataviase.co.id NAB Reksadana tahun 2010 bertumbuh sebesar 46%. Artinya apabila uang kita di awal tahun sebesar Rp 1.000 maka di akhir tahun uang kita menjadi sudah bernilai Rp 1.460. Maka tujuan supaya uang kita bertumbuh dan bertumbuh lebih besar dari 10% tercapai.

Secara umum, Reksadana terbagi menjadi 5 jenis, yakni:

–          Reksadana Pasar Uang

–          Reksadana Pendapatan Tetap

–          Reksadana Saham,

–          Reksadana Campuran, dan

–          Reksadana Syariah

Reksadana Pasar Uang yakni Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.

Reksadana Pendapatan Tetap yakni Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat utang.

Reksadana Saham yakni Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari aktivanya dalam Efek Bersifat Ekuitas.

Reksadana Campuran yakni Reksa Dana yang melakukan investasi dalam Efek Bersifat Ekuitas dan Efek bersifat utang yang perbandingannya tidak seperti Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Saham.

Dan Reksadana Syariah yakni Reksa Dana sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya yang pengelolaannya tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal.

Penjelasan tentang karakteristik masing-masing reksadana, lalu bagaimana memvaluasi Reksadana serta gimana cara memulai berinvestasi di Reksadana akan saya jelaskan pada kesempatan berikutnya.

-bierkof-

About sekarungcerita

5 orang dengan latar belakang yang berbeda tapi ternyata mempunyai kesamaan yang lumayan banyak
This entry was posted in Finance. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s